Mengadakan Air Bersih di Lingkungan Terpencil berbasis Energi Terbarukan

July 13, 2017

Indonesia Placeholder
Indonesia

Mengadakan Air Bersih di Lingkungan Terpencil berbasis Energi Terbarukan

Tentang organisasi Pelaksana: 

Nama: Yayasan Energi Bersih Indonesia

Negara: Indonesia

Tahun Didirikan: 2013

Jenis organisasi: Asosiasi atau organisasi berbasis komunitas

Deskripsi dan inovasi dari solusi

Dengan menggunakan energi terbarukan dapat mengadakan Proyek solar water pumping. Proyek ini sudah menggunakan teknologi energi terbarukan dalam sistem yang diaplikasikan. Pengunaan sumber energi matahari dengan menggunakan Photo Voltaic (PV) sebagai sumber energi utama yang dikonversikan menjadi energi listrik kemudian digunakan sebagai sumber catu daya pompa air submersiblei, adalah sebuah sistem yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Pemilihan teknologi ini bukan tanpa alasan, selain mengurangi ketergantungan terhadap energi yang berasal dari fossil fuels, juga untuk energi matahari juga merupakan satu-satunya energi terbarukan yang sangat mungkin dimanfaatkan di desa tersebut dan teknologi perawatannya mudah dipahami oleh masyarakat lokal.

 

Elemen Alam

Pegunungan

Jenis Tindakan

Penggunaan berkelanjutan / Pencegahan polusi, bersihkan

Elemen Pembangunan Berkelanjutan

Keamanan air / Kesehatan / Renewable energy / Tindakan iklim

Terkait Berkelanjutan Development Goal (s)

      

Dampak lingkungan

Dari perhitungan berdasarkan IPCC, dalam satu siklus hidup 15,600 MWp SWPS, EnerBI membantu mengurangi reduksi CO2 sebanyak 9.395 ton CO2 eq hingga 33.253 ton CO2 eq setiap tahunnya (perhitungan dilakukan jika dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar jenis minyak seperti diesel).

Dampak pembangunan berkelanjutane

Adanya dampak ekonomi yang mana setiap keluarga dapat menghematsekitar 280,000 setiap bulannya untuk mendapatkan suplai air. Selain itu setiap bulannya kelompok mendapatkan sekitar 4 juta rupiah untuk mempertahankan keberlangsungannya dalam menjaga dan mengelola sistem. Dengan adanya sistem, EnerBi dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi beberapa orang yang membantu mengelola sistem sekaligus beberapa lulusan mahasiswa yang bekerja penuh dalam proyek ini.

Dalam dampak social, warga kini memiliki keterikatan bersama terhadap sistem. Dengan adanya abimanyu dan OPAKg, masyarakat ada kegiatan social bersama dalam menjaga sistem, mempertahankan sistem dan menjaga sumber air Karena sangat penting untuk keberlanjutan sistem sendiri. Untuk waktu dan tenaga, masyarakat juga dapat meningkatkan produktivitasnya tanpa perlu berjalan lebih dari 3 km untuk mengambil air. Warga dapat melakukan kegiatan-kegiatan produktif lainnya seperti berdagang, berjualan ke pasar atau pun bercocok tanam.

Skalabilitas

Proyek solar water pumping di Dusun Banyumeneng I ini diresmikan langsung oleh Wakil Gubernur Yogyakarta, KGPAA Paku Alam IX dan dihadiri oleh Bupati Gunung Kidul saat itu, Suharto. Keberhasilan KAMASE dalam mengimplementasikan solar water pumping membuka harapan bahwa di wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan suplai air dapat diatasi dengan bantuan teknologi ini.

Saat ini EnerBI tergabung dalam proyek standarisasi untuk SWPS di Indonesia, bekerja sama dengan Badan Standarisasi Nasional (BSN) dan akan melakukan secara detail untuk membantu proyek-proyek SWPS selanjutnya.

Selain itu EnerBI beberapa kali diundang oleh berbagai organisasi masyarakat dan pemuda untuk mempresentasikan model pembangunan solar water pumping yang berkelanjutan. EnerBI juga telah mempublikasikan keberhasilan kegiatan ini melalui beberapa media cetak maupun elektronik nasional dan daerah, dan juga berbagai forum ilmiah nasional dan internasional.

Replikabilitas

Karena apa yang dilakukan EnerBi sejatinya dapat direplikasi dengan mudah untuk menyelesaikan masalah-masalah di seluruh negeri/di luar negeri khususnya dalam pengadaan air bersih. Teknologinya (solar PV) yang sangat mudah dipelajari dan diajarkan untuk masyarakat dengan tingkat pendidikan menengah ke bawah. Energi Matahari berlimpah di seluruh daerah baik di Indonesia bahkan di luar negeri. Dan sinergitas antara akademik, pemerintah dan masyarakat adalah salah satu cara juga untuk mereplikasikan ini ke pelosok negeri (dengan teknologi yang solutif) maupun ke luar negeri.

EnerBi pun juga mereplikasi program ini dengan pendekatan social dan aplikasi teknologi yang sesuai dengan apa yang telah sukses diterapkan. Pendekatan social sebagai kekuatan untuk menjamin warga sebagai subyek mampu menjaga dan merawat system agar lebih sustainable, dan replikasi teknologi dengan penyesuaian parameter dilokasi yang berbeda untuk menjamin teknologi yang dirancang tepat dari sisi engineering.

Berbagi solusi ini:

 


 

Equator Blog

About Equator Initiative 

Contact Us

Follow Us: