Penguatan Ekonomi dan Penguatan Komunitas untuk Masyarakat Adat

July 13, 2017

Indonesia Placeholder
Indonesia

Penguatan Ekonomi dan Penguatan Komunitas untuk Masyarakat Adat

Tentang organisasi Pelaksana: 

Nama: KOMUNITAS ADAT DAYAK MODANG LONG WAY

Negara: Indonesia

Tahun Didirikan: 2004

Jenis organisasi: Kelompok atau organisasi adat

Deskripsi dan inovasi dari solusi

Benediktus Beng Lui dan komunitasnya memang sangat bergantung dengan hutan yang sejak turun temurun mereka jaga kelestariannya karena mereka menyadari hutan merupakan asal budaya dan juga merupakan sumber kearifan lokal yang menjadi identitas diri bagi mereka.

Kerusakan Hutan di Wilayah Adat oleh aktifitas perusahaan serta ketidakpedulian pemerintah atas pembangunan di Komunitas Adat Dayak Modang Long Way membuat komunitas ini harus berinovasi dalam menjaga hutan dan memperkuat komunitas mereka. selain melakukan rerevitalisasi hutan dengan tanaman khas Kalimantan seperti Ulin, Gaharu, Meranti, Bengkirai dll. Dengan bekerja sama dengan beberapa NGO komunitas ini melakukan beberapa kegiatan program seperti program penguatan ekonomi dengan pelatihan budidaya Ikan Sidat (Anguilla), pelatihan budidaya peternakan babi, membentuk CU (Kredit Union).

Penguatan komunitas dilakukan dengan melakukan dengan berbagai pelatihan seperti Pelatihan Kepemimpinan, Pelatihan Pengorganisasian Masyarakat, Pelatihan Manajemen Keluarga Hingga Pelatihan Reproduksi dilakukan dalam upaya penguatan Komunitas Adat ini.

 

Elemen Alam

Hutans

Jenis Tindakan

Perlindungan

Elemen Pembangunan Berkelanjutan

Ketahanan pangan / Tindakan iklim

Terkait Berkelanjutan Development Goal (s)

  

Dampak lingkungan

Dari perjuangan keras Komunitas Adat Dayak Modang Long Way mereka berhasil mengurangi jumlah kerusakan hutan, mempertahankan habitat satwa- satwa langka yang ada di beberapa tempat di hutan adat seperti Burung Enggang, Orang Utan, Rusa, Trenggiling dan satwa langka lainnya. Beberapa sungai yang ada di wilayah adat juga bisa diselamatkan dari kerusakan karena hutan dimana kepala sungai berada berhasil diselamatkan. Lahan – lahan pertanian warga juga masih ada yang belum digusur sehingga warga masih bisa melakukan aktifitas perladangan.

Dampak pembangunan berkelanjutane

Saat ini masih terjadi diskriminasi oleh pemerintah terhadap Komuitas Adat Dayak Modang Long Way sebagai akibat dari penolakan mereka terhadap perusahaan yang akan masuk beroperasi di Wilayah Adat mereka. Bagi pemerintah lokal ini dianggap pembangkangan dan merupakan penghambat pembangunan yang direncanakan pemerintah. Komunitas Adat Dayak Modang Long Way dianggap melawan arus yang tidak sesuai dengan keinginan pemerintah sehingga mereka sulit mendapatkan akses program pembangunan dari pemerintah.

Tindakan pemerintah ini membuat Komunitas Adat Long Way mulai inovatif dan mulai membuka diri dengan bekerja sama dengan NGO - NGO dalam beberapa program pembangunan, mulai dari budidaya ikan sidak, peternakan babi, melakukan pemberdayaan ekonomi dengan membetuk CU (Credit Union) dan Pemetaan Wilayah Adat. Mereka juga sempat membentuk hutan desa yang kedepan rencananya akan berubah menjadi bentuk hutan adat.

Skalabilitas

Perjuangan Komunitas Adat Dayak Modang Long Way ini bisa menjadi motivator bagi komunitas adat lain yang juga memperjuangkan wilayah adatnya dari penggusuran bahkan kriminalisasi oleh perusahaan. Masyarakat adat tidak perlu takut untuk mendapat diskriminasi dari pemerintah terkait pembangunan karena menolak kehadiran investasi yang akan menghancurkan wilayah adat mereka, adat istiadat, kearifan lokal bahkan budaya yang menjadi identitas mereka sebagai masyarakat adat. Masyarakat adat masih bisa memperkuat komunitas mereka dengan bekerja sama berbagai organisasi seperti NGO dan organisasi lainnnya yang siap mendukung perjuangan dengan beberapa program penting bagi komunitas yang tidak diberikan oleh pemerintah.

Replikabilitas

Semua hasil dari kegiatan yang dilakukan oleh Komunitas Adat Dayak Modang Long Way bisa dilakukan di tempat lain, karena pada dasarnya perjuangan Komunitas Adat secara global adalah sama yaitu diskriminasi, kriminalisasi hingga eksklusi dari perusahaan maupun pemerintah tanpa peduli dengan Masyarakat adat yang akan kehilangan wilayah adat, kehilangan mata pencarian bahkan kehilangan jati diri mereka sebagai masyarakat adat

Berbagi solusi ini:

 


 

Equator Blog

About Equator Initiative 

Contact Us

Follow Us: