Pertanian Konservasi

July 13, 2017

Indonesia Placeholder
Indonesia

Pertanian Konservasi

Tentang organisasi Pelaksana: 

Nama: Kelompok Kompo Nepa

Negara: Indonesia

Tahun Didirikan: 2006

Jenis organisasi: Asosiasi atau organisasi berbasis komunitas / Usaha atau usaha masyarakat

Deskripsi dan inovasi dari solusi

Merupakan aktivitas pertanian yang memperhatikan manfaat ekonomi, manfaat konservasi tanah dan air, serta pelestarian secara umum. Pertanian konservasi ini diwujudkan melalui kegiatan agroforestri, pencegahan erosi permukaan tanah, pengembangan pembibitan tanaman kayu dan buah, serta pengembangan pertanian organik.

Elemen Alam

Hutans / Pegunungan / Lahan kering

Jenis Tindakan

Perlindungan / Restorasi / Akses dan pembagian keuntungan / Advokasi hak tanah & air

Elemen Pembangunan Berkelanjutan

Pekerjaan dan mata pencaharian / Keamanan air / Kesehatan

Terkait Berkelanjutan Development Goal (s)

      

Dampak lingkungan

Sejak kelompok ini bergiat di bidang pertanian konservasi, kini masing-masing anggota telah memiliki minimal 1 hektar laha yang ditanami berbagai jenai pohon kayu dan buah. Dengan jumlah rata-rata 300 pohon per anggota. Jenis pohon yang ditanam antara lain mera (Melia azadirach), kawak (Anthocephalus chinensis), dan mengge (Terminalia zollingeri). Jenis tanaman buah yang ditanam hingga tahun 2016 sebanyak 11,048 pohon yang terdiri atas jeruk, durian, dan rambutan.

Pengembangan pertanian organik dilakukan melalui penanaman sayur organik dan penerapan sistem rotasi tanaman pada lahan persawahan. Luas areal pertanian organik meningkat dari 3 hektar di tahun 2011 menjadi 8,5 hektar di tahun 2016. Hasil panen dari padi dan kacang hijau adalah 1:2. Hal ini cukup memberikan motivasi kepada para anggota untuk tetap konsisten mengelola lahan sawah dengan sistem rotasi tanaman.

Anggota kelompok yang semula terdiri atas satu ketua dan tiga orang anggota bertambah menjadi 13 orang di tahun 2016.

Dampak pembangunan berkelanjutane

Pekerjaan dan Penghidupan
Melalui peminjaman modal dari kegiatan simpan-pinjam, anggota kelompok bisa mengembangkan usaha produktif yang dilakukannya di sela-sela kegiatan utama. Hal ini memperbaiki kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Pada usaha yang skalanya cukup besar juga mampu menyerap tenaga kerja lokal, misalnya untuk persiapan lahan maupun pembersihan gulma.

Keamanan air
Bagi masyarakat kampung Cumbi, air bersih dan sehat merupakan barang langkah terutama pada musim kemarau. Melalui penerapan rotasi tanaman, para petani secara perlahan-lahan mengurangi pemanfaatan input kimia di lahan persawahan yang pada gilirannya bisa meningkatkan keamanan air yang dikonsumsi.

Kesehatan
Pemanfaatan pupuk dan pestisida kimia untuk lahan persawahan dan pengembangan sayur-sayuran menjadi ancaman serius bagi kesehatan. Melalui pengembangan pertanian organik dalam jangka panjang bisa berdampak pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Skalabilitas

Aksi tindak ini perlu diperluas ke skala nasional karena kondisi yang dialami oleh masyarakat ini sebagiannya merupakan dampak dari pelaksanaan kebijakan maupun program nasional. Sebut saja sebagai contoh adalah bantuan pupuk dan pestisida kimia yang terus membanjiri kehidupan masyarakat desa. Dengan memperluas hal ini ke skala nasional maka yang disasar adalah akar dari persoalan yang muncul. Contoh yang lain adalah program bantuan modal usaha yang digalakan secara nasional tetapi pengelolaannya di komunitas tidak berjalan secara baik. Bantuan bantuan modal dari pemerintah yang disalah gunakan oleh masyarakat sehingga hilang tanpa bekas. Kegiatan simpan pinjam yang dilakukan oleh kelompok kompo nepa bisa dikatakan sebagai kondisi ‘anomali’ yang ditunjukkan oleh kelompok masyarakat.

Replikabilitas

Tantangan para petani di Indonesia terutama di Indonesia Timur adalah kekurangan air terutama pada musim hujan, kekurangan modal usaha, tingkat kesuburan tanah yang cukup rendah. Berhadap dengan kondisi serba terbatas ini petani cenderung skeptic dan pada akhirnya bahkan tidak mengusahakan sesuatu.

Praktek yang dilakukan oleh Kelompok Kompo Nepa sebetulnya praktek yang bisa dilakukan oleh petani dimanapun. Dengan demikian kesuksesan kelompok ini bisa menjadi inspirasi bagi petani lainnya bahwa ternyata dengan melakukan hal kecil yang biasa-biasa saja mereka bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa untuk mendukung kehidupan mereka sehari-hari.

Kesuksesan kelompok ini telah dipublikasikan melalui Buletin BaKTI yang membahas isu-isu seputar pembangunan di Kawasan Timur Indonesia. Cerita sukses kelompok ini juga telah dipublikasikan pada tingkat local di Manggarai Barat melalui Majalah “Kabar Burung”.

Berbagi solusi ini:

 


 

Equator Blog

About Equator Initiative 

Contact Us

Follow Us: